Kepada yang terhormat,
Bapak ibu pejabat..
yang berada ditempat..
Basah sudah tubuh ini bermandikan keringat
Menyatu sudah segala juang, tekad, dan semangat
Membuktikan bahwa solidaritas kami begitu kuat
Kaki yang kuat menopang menerjang panasnya alam
Tak ada berhenti dikala siang maupun malam
Memperjuangkan hak yang direnggut politik kejam
Demi tercapainya sebuah keadilan ham..
Keadilan ham untuk kami..
Yaaa...kami…
Kami para pahlawan negeri ini
Tonggak berputarnya roda ekonomi
Yang seringkali lupa untuk dihargai
Yang kami hormati,
Pemimpin negeri ini...
Lihatlah kami..
Kami bukan warga yang tak tahu diri
Kami bukan penuntut anarkis yang suka mencaci
Bukan pula pengecut yang hanya sebagai penitip nasib sejati,
tapi Kami pekerja yang tak pernah lelah berusaha
dengan menyampaikan ribuan suara
yang sudah kami teriakan di depan istana
berharap didengarkan oleh sang penguasa
Hanya hak yang kami pinta
Bukan lebih dari apa yang kau pandang gila
Kami hanya ingin tahu dimana keadilan itu berada
Jika saja oktober lalu kau dengar suara kami
Jika saja kawan kami kau lindungi
Mungkin darah kawan kami tak akan bercucuran
Mungkin kawan kami tak perlu menjadi korban
Dari ganasnya pihak yang menjadikan kami kambing hitam
Demi kepentingan sebagian orang
Hargailah perjuangan kami..
Meski penat, namun kami tetap semangat
Meski lelah, tapi kami tak menyerah
Meski sakit, tapi kami akan bangkit
Meski terluka, tapi ketahuilah, kami baik – baik saja
Perjuangan kami belum berakhir
Justru sejarah baru akan kami ukir
Jika sepuluh november sejarah menciptakan hari pahlawan
Biarkan di satu november sejarah baru diciptakan
Cerita dibalik sebuah gerakan
Bukti buruh melahirkan pejuangan
Gerakan besar yang menjadi sejarah
Sebagai bukti darah buruh pun telah tertumpah
Demikian tinta ini kami goreskan
Salam hormat untuk para bangsawan
Dari buruh penulis surat di oktober peralihan
by. Eci Ernawati
No comments:
Post a Comment