Ketika dulu..sebelum 1945
Darah bersimpah wujud bakti rakyat pada negara
Bambu runcing beradu memburu sang macan berwujud manusia
Ciptakan persatuan dan semangat meraih merdeka
Korbankan nyawa demi bersatunya Indonesia
Maka jelaslah tampak saat itu, siapa musuh kita
Namun kini .. setelah 1945
Bukan lagi darah yang tertumpah
Bukan lagi fisik terluka karna
galah
Dan bukan lagi persatuan yang
menjadi pecah
Tapi… serangan musuh seakan menelusup dibalik
pemimpin bangsa
Seakan melebur sudah arti siapa pemerintah
Sebagai pelindung atau justru
penjajah?
Sulit ditebak karna permainan
rupiah
musuh gaib yang kian lama kian
membuat resah
Kini, Musuh kita tak Nampak lagi
Kemerdekaan terasa semu seperti
mimpi
Kedamaianpun seakan mati
Tiada lagi ketulusan hati nurani, akibat
perbuatan pejabat penggemar korupsi
Teriakan rakyat diujung pulau
semakin tak terdengar,
Derita kemiskinan, kelaparan tak
lagi diperdulikan
Berharap hukum kan berpihak pada
kebenaran
Tapi itu berbeda dengan kenyataan
Kini hilang sudah kebijakan di negeri
ini
Rakyat terus menerus digerogoti ,
akibat perbuatan pejabat yang tak
bernurani
Sungguh…
Kekejaman korupsi , bagaikan musuh
gaib negeri ini
By. Eci Ernawati
No comments:
Post a Comment